Wednesday, June 10, 2026

Bocah 10 Tahun Tewas Terseret Banjir Rob di Pontianak, Jenazah Ditemukan di Saluran Air

10 December 2025ikamedifo

Pontianak — Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun bernama Bayanaka Patal Ramlan ditemukan tewas setelah terseret banjir rob di Parit Tokaya, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Jenazah korban ditemukan Tim SAR pada Selasa pagi, 9 Desember 2025, sekitar 21 meter dari titik awal ia dilaporkan jatuh.

Kronologi Kejadian Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa korban pamit bermain kepada orang tuanya pada Senin (8/12) sekitar pukul 10.00 WIB, saat banjir rob tengah merendam kawasan sekitar Parit Tokaya. Korban tidak kunjung pulang hingga malam hari, sehingga ibunya, Nuwaira, melaporkan kehilangan putranya ke SAR pada pukul 18.40 WIB.

“Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian menggunakan eco maps hingga tengah malam, namun belum membuahkan hasil,” ujar I Made Junetra.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya. Pada Selasa pagi, tubuh korban ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi awal. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di Gang Pagar Alam, Jalan Tanjungpura. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga yang tidak menyangka banjir rob yang mereka anggap rutin dapat merenggut nyawa anak mereka.

Seorang warga, Berianto, mengatakan korban dikenal sebagai anak yang periang dan tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kondisi Banjir Rob dan Peringatan Cuaca Ekstrem, Banjir rob yang melanda Pontianak beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh pasang air laut dan hujan ekstrem akhir tahun, menurut Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Pada Selasa (9/12), ia meninjau dua lokasi terparah, yakni Jeruju, Pontianak Barat, dan Tambelan Sampit.

“Kondisi cuaca ekstrem menuntut kita bertindak ekstra cepat. Kami melihat air setinggi lutut di titik tertinggi, tetapi mulai surut,” kata Ria Norsan.

Ia menambahkan bahwa banjir rob berpotensi menimbulkan penyakit kulit dan diare, terutama di permukiman pinggir sungai yang rentan terhadap kenaikan muka air. Pemerintah berharap cuaca segera membaik agar masyarakat bisa pulih lebih cepat, terutama keluarga korban yang kini tengah berduka.

“Harapan besar setelah ini berlalu masyarakat bisa bangkit lebih kuat,” ujarnya.